Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2016

Moral Pohon Jambu

Di depan rumah ada sebuah pohon Jambu, yang tumbuh di halaman dari sisa tanah kira2 1,5 meter dari rumah ke jalan yang  tidak berpagar. Belum terlalu besar tetapi berbuah rutin setiap musim buah tiba. Ibu sayah pernah mengatakan kalau hasil dari panenan satu buah pohon Jambu itu ternyata bisa untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Pesan moral yang pertama, kalau mau taat pajak tanamlah minimal satu pohon jambu saja.

Semua nampak normal saja hingga suatu ketika negara medsos menyerang...eh. Jadi ada beberapa anak yang dengan sukarela membantu memetik & menghabiskan Jambu itu, masalahnya mereka itu tidak meminta ijin terlebih dahulu. Hebatnya meski sudah kepergok dan ditegur mereka tetep aja tak acuh, cuma memandang sebentar kemudian lanjut lagi memetik lagi.

"Turun nggak???" tereak sayah kesel.

Akhirnya mereka pun turun tapi gak kemana2 cuma berdiri di bawah pohon saja sambil masih memandangi sayah...hadeeh. Baiklah, waktu kecil sayah juga pernah begitu, memetik buah tetangga tanpa ijin tapi denger pintu tuan rumah berderit saja sudah lari kaya setan. Tapi ini? hadeeh.... nggak ada takut2nya sama sekali. Tarik napas dalam2...

"Nih, lain kali kalo pengin jambu ngomong dulu sama yang punya, dah sana bubar..."

Misteri dari mana "keberanian" anak2 itu datang terpecahkan sudah ketika seorang bapak sedang menunggu foto kopi di depan rumah sayah. Sambil menunggu dengan seorang anak balitanya. Dia nyebrang jalan sambil menggendong anaknya dan dengan santainya memetik jambu itu. Dan di waktu lain saat seorang ibu yang menggedong anaknya saat mengantri di Puskesmas pembantu yang kebetulan mengontrak di salah satu ruang rumah saya, juga melakukan hal sama. Mendidik anak yang paling efektif itu bukan dengan omongan tapi dengan contoh perilaku. See..kedua orangtua itu dengan sempurna telah mendidik anaknya tanpa dia sadari dan terekam sempurna pula dalam memori si anak.

Di lain hari, rombongan anak2 yang kemarin "membantu itu datang lagi, kali ini mereka datang dengan sopan meminta ijin meminta Jambu. Setelah di ijinkan, menyerbulah mereka berebut menaiki pohon jambu. Setelah berapa lama sayah pun menengok mereka yang tak kunjung turun. Ternyata oh ternyata mereka memborong semua jambu yang tersisa. Tidak satu dua jambu yang mereka petik tapi tiga kantong kresek yang mereka bawa penuh dengan Jambu...duh gusti paringana sabar.

Pesan moral yang kedua adalah jangan pernah nanem pohon Jambu di depan rumah, banyak setannya.

Rabu, 06 April 2016

Cinta Sunyi

Suatu waktu sekira jam 11 malam di sekitar Malioboro Jogjakarta, seorang pria terhenyak ketika seseorang yang dianggapnya guru mengajaknya keluar malam itu. Dengan berjalan kaki dia mengikuti saja gurunya itu dari belakang. Sepanjang perjalanan tidak sepatah katapun keluar dari mulut gurunya itu.  Meski tidak tahu tempat yang di tuju, terus saja  dia mengikuti langkah kaki gurunya, pun tidak menanyakan kemana tujuannya malam itu. Setelah berapa lama, rupanya yang dituju adalah sebuah warung wedangan di sekitar terminal yang dulu masih di THR Gondomanan.

Setelah mendapatkan tempat duduk dan memesan minuman, keduanya asyik menikmati rokok sambil sesekali menikmati teh, masih tidak ada kata yang keluar dari keduanya. Dan terus saja begitu yang dilakukan, merokok, minum, merokok, minum, merokok lagi, minum lagi, merokok lagi, minum lagi. Dalam sunyi adegan merokok minum itu dilakukan sampai jam 4 pagi -edan tenan!. Sampai akhirnya  di jam 4 pagi itu gurunya memecah kesunyian.

"Em, coba lihat bisnya sudah lewat belum?'

"Lho bis apa mas?" Dia menjawab dengan pertanyaan.

"Bis Agung, yang dari Malang. Sudah lewat belum?"

Rupanya tujuan gurunya malam itu adalah menunggu datangnya bis malam Agung Anugrah Jurusan Malang -Jogja yang tiba pukul 4 pagi itu. Gurunya sendiri tetap di dalam warung tidak mau melihat sendiri bis itu. Lalu apa sebabnya menunggu bis sampai jam 4 pagi? Soalnya gurunya itu mencintai seorang perempuan asal Malang yang sedang kuliah di Jogja. Jadi dia hanya membayangkan kekasihnya dalam batin yang bukan kekasih nyata itu turun dari bis Agung yang datang pukul empat itu padahal nyatanya tidak. Dia sendiri tidak berani menatap langsung kekasih batinya itu apalagi menyatakan cintanya. Bagi dia cinta yang suci itu menjadi batal jika diterapkan. Dia hormati cintanya begitu rupa sehingga tidak akan menyentuh cintanya, supaya tidak najis cintanya itu.
Satu kisah dari beberapa kisah menarik dari kehidupan Umbu Landu Paranggi seperti yang diceritakan oleh sang murid Emha Ainun Nadjib.

Sekira 25 tahun yang lalu kisah yang hampir sama tentang cinta yang sunyi itu pernah juga sayah alami, tapi kisah sayah tidak seekstrim kisah Umbu.
Kisah ini bermula saat saya SMP atau mungkin lebih awal dari itu, ceritanya sayah tertarik seorang perempuan yang kebetulan masih tetangga saya, teman masa kecil, teman bermanin dan mengaji di sebuah musholla yang sama. Rasa tertarik yang perlahan berubah menjadi cinta, anehnya perasaan cinta itu malah membuat sayah menjauh darinya, ada perasaan malu yang tiba-tiba muncul saat bertemu dengannya. Sayah selalu menghindari saat ada dia di setiap arena permainan atau saat sekedar kumpul dengan teman-teman sepermainan. Pun saat mengaji sayah selalu menghindari berpapasan dengannya. Lalu bagaimana cinta akan bersambut saat tidak ada saling bertemu?

Sayah nekad berkirim surat, hanya bermodalkan keyakinan saja saat itu. Satu tatapan mata saja saat tak sengaja bertemu muka, cukup untuk meyakinkan sayah membuat surat cinta pertama sebab buat mereka yang dibakar api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna. Dan gayung pun bersambut. Singkatnya kita tetap berkomunikasi lewat surat tapi masih tetep tanpa pernah saling bicara, dan kalo bertemu pun tanpa saling sapa. Menyapa lewat surat dan kemudian bergumul dengan imajinasi masing-masing. Kami benar-benar berpacaran setelah 8 tahun kemudian saat sama-sama sudah kuliah di Jogja, dan 3 tahun kemudian kami menikah.

Cinta memang terkadang sulit untuk dimengerti dan seringkali cinta bergerak lembut dalam kesunyian, menghanyutkan hati siapa saja yang dilalui.

Selamat Ulang Tahun Enam Aprilku, Istriku tercinta, Ibu dari anak-anakku, terima kasih telah mendampingiku sampai hari ini...Love You 언쟤가지나사랑햬.....


Minggu, 12 April 2015

Tigabelas untuk Anak Lanang

Jogja tahun 2007. Suatu ketika, datang dengan tergopoh-gopoh anak sulung sayah yang masih TK sepulang bermain. Spertinya ada yang di carinya, tapi bukan ayah-ibunya. Dari kejauhan sayah hanya memperhatikanya saja.

"Yah, Sepeda Fadli mana? pokoknya hari ini Fadli harus bisa naik sepeda!" katanya,  tiba-tiba saja mencari sepeda yang sudah lama dicampakannya.

Rupanya selidik punya selidik temen akrabnya sudah bisa naik sepeda duluan. Jadi demi gengsi pergaulan, anak lanang sayah  ini  sangat termotivasi sekali untuk bisa naik sepeda, hari ini!
Sebenarnya beberapa bulan sebelumnya  sudah sayah ajari dia naik sepeda, tapi baru satu-dua kali jatuh saja membuatnya kapok untuk mencoba lagi. Cengeng dan nggak tahan banting kesannya waktu itu. Dan sayah pun nggak memaksanya kembali. 

Singkatnya, hari itu dengan bantuan kaki anak lanang yang panjangnya sudah melebihi sepeda kecil itu sukses juga menaiki sepeda dengan satu kali saja mencoba. Dan cuma satu saja kekurangannya, tidak bisa belok!



Satu hari kemudian di samping rumah kontrakan kami, sayah lihat anak lanangku itu sedang mengumpulkan pecahan batu bata dan kerukan tanah. Belum sempat sayah tanya, sudah memberi jawaban dia :

"Bikin Jumping-an Yah, bagus nggak?"

Ho-ho...rupanya sedang bikin jumper untuk ber-jumping ria. Anak sekarang memang cepat sekali belajar, baru satu hari bisa naik sepeda sudah naik level, meski untuk berbelok saja masih kesulitan..he..he..

Dan kini, hari ini tepat 13 tahun sudah usianya. tingginya sudah melampaui ibunya dan sebentar lagi mungkin (atau sudah) melampaui sayah ayahnya. Tahun kemarin baru saja masuk kelas 1 SMP (kelas 7 kalo sekarang)  dan baru dua bulan masuk SMP, namanya sudah masuk bursa pemilihan Ketua OSIS! berkampanye masuk kelas per kelas dari kelas 7 sampai kakak kelasnya di kelas 10. Sayah umur segitu maju di depan kelas masih gemetar. Dan di pemilihan dapat suara terbanyak kedua itu artinya Wakil Ketua OSIS! Sayah tadinya deg-degan kalo sampai jadi ketua OSIS beneran, lha sama sekali belum pengalaman gitu je ...

Baiklah, Selamat Ulang Tahun Nak...

Berhati-hatilah akan Pikiranmu sebab akan menjadi Perkataan.
Berhati-hatilah pada Pekataanmu sebab akan menjadi Tindakan.
Berhati-hatilah pada Tindakanmu sebab akan menjadi Kebiasaan.
Jagalah Kebiasaanmu sebab akan membentuk Karaktermu.
Jaga Karaktermu,sebab akan membentuk Nasibmu, 
Dan Nasibmu adalah Hidupmu ....
(dikutip entah darimana lupa... )

Senin, 09 Februari 2015

Double Kembar



Dalam keluarga kami yang satu Eyang kebetulan ada 2 pasangan kembar. Satu dari keluaga sayah: kembar laki-laki, dan satunya lagi dari anak Bu Dhe sayah: kembar perempuan. 

Punya anak kembar merupakan anugrah yang nggak setiap orang memiliki, dan saya bersyukur menjadi salah satunya. Meski tidak ikut secara langsung mengurusi anak kembar kami itu, tapi sayah tahu betapa repotnya mengurus anak kembar. Satu balita saja kadang satu rumah berikut Simbahnya kerepotan, apalagi ini dua. Makanya dulu sayah sarankan istri saya untuk cepat-cepat menyapih anak kembar sayah, sebab  repot dan gak bisa gantian terutama kalo menjelang tidur. Salah satunya gak ada yang mau mengalah. Itu baru urusan tidur saja belum yang lainya....

Dan sampai hari ini sayah masih mengagumi kehebatan istri sayah dalam hal ini. Mengurusi si kembar sendirian tanpa bantuan asisten. Salut untuk ibu .....


Rabu, 04 Februari 2015

Bus Mania

Banyak hobi baru yang dulunya jarang sekali digemari sekarang malah banyak yang menyukai, salah satunya Bus Mania. Anak sayah yang paling gedhe termasuk salah satu busmania. Memang bus-bus jaman sekarang mulai dari karoseri, livery sampai dop wheelnya bagus-bagus banget. Mungkin itu yang menjadi menarik bagi mereka para Busmania. Anak sayah yang paling gedhe termasuk salah satu busmania itu. Tak heran bila beranda pesbuk sayah penuh dengan gambar bus.

Fadli, anak lanaangku


Sayah jadi teringat waktu masih ngekost di Solo dulu. Kebetulan kost-an sayah ini berada persis di dekat jalan raya Solo-Kartasura, jalan utama menuju Jogja maupun Semarang. Bisa dibayangkan betapa hiruk pikuknya jalan ini di jam-jam sibuk pagi dan sore. 
Bus-bus pun tak kalah banyaknya, diantaranya jurusan Solo-Jogja, Solo-Semarang, Surabaya-Jogjakarta dan Bus yang menuju Jakarta. Jaman dulu belum ada gadget seperti sekarang yang bisa diandalkan untuk mendapatkan hiburan sambil tiduran. Nah, untuk mengisi waktu sore yang luang biasanya kami duduk-duduk di depan kost sambil main tebak-tebakan nama PO Bus yang akan lewat. Siapa yang paling cepet menebak kepala bus di kejauhan dialah yang menang. hiburan yang simple tapi cukup "gayeng" kala itu dan yang kalah cukup membelikan segelas es teh di warung Pak Gendut seberang jalan. 

Warna warni Bus
Dan sekarang beranda pesbuk sayah gak cuma penuh dengan gambar Bus tapi juga gambar kereta setelah sayah mengkonfirmasi pertemanan dengan Agree. Iyah Agree anak kang Zach yang sekarang rupanya telah menjadi seorang Railfans, dan mungkin efeknya di hari libur kerja bapaknya ikutan sibuk nganter hunting Kereta....ha..ha...



Rabu, 21 Januari 2015

Turbulensi itu...

Beberapa kali naik pesawat yang di rasakan cuma satu: ngeri-ngeri sedap. Meski prosentase kecelakaannya terbilang kecil dibandingkan dengan angkutan darat, tapi sekali kecelakaan prosentase kematianya jauh lebih besar satu kecelakaan angkutan darat. Tapi gimana lagi tranportasi yang cepet adanya cuma pesawat, dan apesnya lagi sayah harus dua kali terbang kalo pulang. 

Biasanya kalo pulang sayah pilih rute Incheon - Denpasar, kemudian sambung lagi dengan penerbangan Denpasar - Yogyakarta: Kota terdekat dari kota tempat tinggal: Cilacap. Kalo saja Susi Air terbangnya dari Jakarta - Cilacap lewat Cengkareng nggak lewat Halim mungkin pilih turun Jakarta kalo pulang daripada Denpasar, lebih hemat waktu!


Malam yang sama dengan Tragedi MAS MH17

Yang bikin ngeri-ngeri sedap adalah penerbangan 8 jam non stop Incheon - Denpasar. Yang tentu saja gak boleh ada istilah mesin mati meski sebentar saja, apalagi kalo sampai mogok. Susah ndorongnya !

Bukan lamanya terbang yang bikin ngeri sebenarnya, kecuali bosan saja yang biasanya diisi dengan menonton film banyak-banyak sebab di isi dengan tidur paling lama 1 jam saja habis itu gak bisa lagi, payah emang. Saat take off dan landing biasanya yang bikin ngeri, terutama pesawat yang berbadan kecil seperti  Denpasar - Jogja guncanganya lebih terasa dibanding yang berbadan lebar seperti A330-200, entah mengapa yang berbadan lebar kok lebih halus baik saat take off maupun landing.



Air Asia at Incheon
Satu lagi yang bikin ngeri saat naik pesawat, apalagi kalo bukan turbulensi. Sayah pernah mengalami dengen Garuda saat sudah mendekati Denpasar. Waktu itu pesawat sudah turun dari ketinggian karena kru kabin telah mengumumkan persiapan pendaratan sebentar lagi. Puncak gunung pun sudah terlihat (Agung/Batur?) dan waktu itu keadaan awan pekat dan hujan deras terlihat dari jendela di samping sayah.
Dan pesawat pun mulai bergoyang, agak keras sayah kira. Terlihat wajah penumpang mulai panik dan tiba-tiba hentakan yang sangat keras, pesawat seperti jatuh ke bawah, penumpang terutama perempuan banyak yang menjerit dan tutup boks bagasi kabin beberapa ada yang terbuka. Sayah hanya terdiam saja sambil terus memandang ke luar jendela memandangi butiran air yang mengalir di sapa pesawat,memandangi gumpalan awan yang sepertinya bergambar anak-anak dan istri sayah ......


Minggu, 23 Maret 2014

Masa Kecil Itu ...

Ada yang mengusik pikiranku saat si sulung mengatakan dengan nada penyesalan 

"...masa kecilku gak ada ayah"

Hidup jauh dari keluarga, dari anak-anak membuat ada sisi  yang kosong dalam hidupku. Teringat saat menghabiskan waktu bersama di penghujung pekan. Kangen ketika acara nge-teh di sore hari berantakan gegara diserobot duluan oleh mereka dan atau momen memandikan mereka misalnya. Atau menghabiskan waktu bersama di akhir pekan, dulu waktu di Jogja bangku di titik nol kilometer di ujung Malioboro adalah tempat favorit kami sekeluarga. Dan momen itu masih diingat dengan baik oleh si sulung.



Kenangan masa kecil bersama orang tua memang jadi kenangan yang sulit dilupakan, begitupun dengan sayah. Teringat saat dibelikan sepeda pertama kali. Atau saat diajak jalan-jalan ke kota dengan membonceng sepeda onthel yang tak bosan-bosanya sepanjang jalan Bapak megingatkan untuk terus mengangkat kaki menjauhi jeruji. Dan tak lupa pula mengingatkan agar tak mengantuk sepanjang perjalanan, sebab mengantuk merupakan awal bencana tatkala kaki masuk ke jeruji sepeda. Menikmati pemandangan sepanjang perjalanan dan hembusan angin yang meniup mata, sungguh perjuangan yang sangat sulit untuk menahan kantuk. Biasanya pulangnya tak lupa mampir untuk makan bakso di tempat langganan. Meski sederhana tapi takan terlupakan ....

Kalo sudah pikiran melayang ke masa kecil jadi inget si kembar. Kalo di tilpun yang di tanyakan cuma satu

" Ayah ..pulangnya lagi kapan?" Mak jleb rasanya

Pertemuan yang terbatas dengan si kembar dan baru dua kali bertemu sejak mereka dilahirkan.  Satu hal yang mungkin akan kusesali sepanjang hidup, melewatkan masa kecil bersama mereka.




Mencari nafkah demi keluarga namun tak bisa menikmati arti keluarga itu sendiri, sebuah dilema. Dan mungkin sayah tidak seorang diri...

Rabu, 09 Oktober 2013

Pulang


Bulan Januari 2013 kemaren untuk pertama kalinya sejak meninggalkan tanah air dua tahun lebih, sayah benar-benar merasakan yang namanya pulang. Menahan rindu sekian lama akhirnya memberanikan diri minta ijin untuk pulang. Awalnya tidak kasih ijin oleh kepala pabrik panci, tapi sayah nekat saja menemui boss besar yang kebetulan ngantornya di pabrik satunya yang sudah beda kota. Alhamdulilah langsung diiyakan saja. Kepala pabrik panci sayah memang agak-agak keparat basah. Satu alasan saking kepenginnya pulang adalah ingin sekali ketemu dengan anak bungsu sayah yang kembar, maklum sejak lahir sayah belum pernah bertemu. Dulu waktu sayah berangkat usia kandungan istri sayah baru memasuki bulan ke tujuh.



Kekhawatiran yang lain sebagai alasan pulang adalah mulainya si kembar memanggil Oom saat ibunya menunjukkan foto sayah atau gambar sayah saat video chat. Tapi ternyata kekawatiran sayah menjadi orang asing bagi anak sayah sendiri sirna begitu ketemu si kembar, cuma butuh setengah hari saja mereka berdua sudah lengket dengan sayah, dan satu lagi mereka sudah memanggil sayah dengan kata..ayaaah!. Sungguh melegakan.

Kesan yang lain saat pulang adalah saat turun di Denpasar Bali, ternyata Endonesyah itu panas sekali ya? Baru tahu sayah kalo ternyata Endonesyah itu panas....fiuh.

Dan hari ini, tgl 10 Oktober 2013 sayah akan pulang lagi, ya lagi....do'akan semoga lancar dalam perjalanan...


Jangan naik ini yah!







Jumat, 02 Agustus 2013

Toliet Training

Dapat kabar dari rumah kalo si kembar udah mulai jarang ngompol bahkan boleh dikatakan nggak pernah lagi. Untuk si Kembar ini memang agak terlambat untuk toilet trainingnya. Dilatih memakai pampers sejak bayi memang membuat anak jadi merasakan nyaman-nyaman saja ketika pipis di celana, baik dengan ataupun tanpa pampers. Rasa jijik ataupun risih ketika pipis ataupun BAB menjadi hilang sebab sudah terbiasa memakai pampers semenjak bayi. Dulu kakak-kakaknya mulai umur 8 bulan sudah mulai dilatih Tolitet Training atau basa Jawanya ditatur, umur setahun biasanya udah gak pernah ngompol lagi. Kalo siang udah mulai ngomong mau pipis atau langsung ngacir meski nggak selalu ke kamar mandi., yang penting di luar rumah aja. 



Kuncinya sebenarnya telaten dan tentu saja jangan males meski dimalam hari sekalipun. Dulu kakak-kakak si Kembar ini setiap malem selalu di latih pipis di kamar mandi. Jadi saat tidurnya mulai nggak nyenyak, udah mulai merengek biasanya ini kode untuk orang tua kalo si anak sebenarnya pengin pipis. Biasanya langsung tak tawarin "pipis dulu yaa.." gak usah nunggu jawaban iya, langsung aja angkat bawa ke kamar mandi. Awal-awal memang nangis, tapi tetep aja angkat bawa ke kamar mandi meski pipisnya sambil nangis. Nanti setelah biasa, ditawarin pipis biasanya nganggu aja, udah gak pake nangis. Dan setahun udah lepas sama sekali dengan pampers, akan ngamuk kalo dipaksa make. Jadi susah juga malah kalo pas bepergian jauh, kalo mau pipis bingung nunggu kendaraanya berhenti dulu.



Untuk kasus si kembar ini sebab sayah nggak di rumah dan ibunya terlalu repot ngurus anak dua jadi solusi mudahnya tetep pake pampers. Jadi toilet trainingnya nunggu gak repot-repot banget, setelah bisa jalan baru mulai toilet training. Memang sih sejak mulai belajar bicara kalo mau pipis ato BAB udah ngasih kode lewat omongan meski belum bisa membedakan mana pipis mana BAB, tetep aja ngomongnya "e'e". Dan ngomong e'e-nya pun sesudah ngompol dulu di celana. Melatih kembar ternyata ada enaknya juga, jadi setelah salah satunya bisa pipis nggak di celana yang satunya pun ikut-ikutan, meniru saja. Cukup melatih yang satu, yang satunya lagi pasti ngikutin. Sebab dari bayi mereke cenderung kompakan, sakit satu sakit semua, pipis satu pipis semua, e'e satu e'e semua, pokoknya kompaklah.

Oh ya satu lagi, ternyata untuk menandai anak mau pipis atau enggak itu lebih mudah menandai anak laki-laki, kalo bijinya mengkeret sudah dipastikan itu lagi kebelet. Dan itu tidak ditemukan pada anak perempuan.


Kamis, 25 Juli 2013

Juli

Entah mengapa dari 12 bulan yang ada, bulan Juli seperti ada kesan tersendiri. Padahal  nggak ada yang terlalu istimewa di bulan ini menurut sayah. Mungkin juga sebab setiap pertama masuk sekolah mulai dari SD sampai SMA diawali di bulan ini. Tapi  nggak juga sebab ternyata semua ora juga masuk sekolah di bulan Juli.


Tapi semua berubah sejak negara api menyerang  mulai tahun 2000-an. Sayah menikah di tahun itu, kemudian sayah juga kehilangan Bapak mertua sayah yang hanya berselang 20 hari dari hari pernikahan. Dua hal yang bertolak belakang dalam rasa di bulan yang sama.

Dan yang terakhir, oh ya sayah lupa, sayah juga dilahirkan di bulan Juli ini. Untuk itu mungkin saya di beri nama Emil oleh orang tua sayah. Gak ada hubungannya kan? memang......

Senin, 24 Juni 2013

Obrolan seorang Ayah dan anaknya ....

Lewat eFBe Messenger, seorang Ayah biasa melakukan obrolan dengan anak sulungnya yang duduk di kelas 5 SD.  Rupanya sayah melewatkan terlalu banyak, sehingga sringkali terkaget-kaget dan kadang hanya bisa melongo saja. Baiklah simak saja obrolan berikut:

Edisi Bus Lover
Ceritanya anak sayah ini seorang bus lover, suka hunting motoin bus.


Edisi Sotosop
Sayah sendiri gak bisa sotosop, lha ini kok sudah mainan sotosop. Untuk modif bus di game simulator katanya...



Edisi Rooting Android
Galaxy tabnya mulai di utak-atik, iyaa di umurnya yang masih kelas 5 SD. Gak tanggung-tanggung mau di root katanya buat modif  program bawaan vendor...


Edisi Hacker
Kalo yang ini no cemment sajalah....

Edisi Mellow
Kalo yang ini malah bikin terharu..


Apapun itu sayah hanya ingin menjadi teman untuk anakku sendiri, dengan harapan mereka akan lebih terbuka dengan kita daripada dengan orang lain....

Jumat, 26 April 2013

Kangen Anak-anak

Lemburan yang membabi brutal di pabrik panci tempat sayah kerja. Kerjaan lagi rame-ramenya. Minggu pun  tetep disuruh masuk kerja. Lelah...
Biasanya lelah sepulang kerja kalo lagi di rumah bisa langsung ilang kalo ketemu anak-anak, dan sekarang terasa sekali kehilangan momen ituh.. 








Kangen dengan semua tingkah polah mereka......
Kangen ibunya juga..
Bedanya kalo  ketemu anak lelah bisa ilang kalo ketemu ibunya malah tambah lelah ...hi...hi...#kode

Jumat, 05 April 2013

Enam Aprilkoe

Satoe tempoh iang mingsieh Ik ingat betoel dalem Ik poenja oeteg ijalah tempoh mengadjie di satoe Musholla van Ik poenja kampoeng. Sehabies itoe sholat djama'ah maghrieb tertoenaikan tibalah tempoh iang Ik nantie-nantieken itoe poen. Satoe aktifitiet mengadjie iang soeda djamak kami para jongen ketjiel lakoekan. Bedanjah boewat Ik ijalah tempoh mengadjie itoelah soewatoe tempoh iang bisa dimanfaatken oentoek  berdekatan dengan itoe Nonie tjantiek poedjaan atie, djarak iang hanja dipisahken dengan lebar medja ngadjie satoe meter itoe sehingga bisa poewas atie memandang tjantiek wadjahnja. 

Sesekali tempoh djoewa bisa beradoe itoe pandangan mata meski tjoema sepersekian detik, tidak bisa lebih dari itoe satoe detik poen sebab di tengah-tengah diantara kami doedoeklah ia satoe oknuum goeroe ngadjie  kami iang berdjoeloek Kjai Ahmad Bahawie, iang bila lengah sedikiet sahadja tidak bisa  mendjaga  itoe pandangan mata maka satoe hoekoeman akan tertimpakan jaitoe menjikat bersih tempat woedloe. 
Meskie tjoema memandang sahadja tapi soedah tjoekoep sebagih pengganggoe tidur iang haibat nan membabie broetal itoe poen. Satoe oedjian bagi kami kaoem Jongen ketjiel iang terlempaoe tjepat berakhil baligh.....


Dan kini duapuluhampat tahun kemudian sayah masih bisa memandang lekat-lekat san pujaan hati saat kecil itu, bahkan tanpa sekat yang menghalangi sebab telah menjadi pendamping hidup dan Ibu bagi anak-anaku. 

Selamat Ulang tahun bu.......-tak bosan-bosan tiap ulang tahun  mengucap- Terima kasih telah mendampingiku selama ini....Love You 언쟤가지나사랑햬.....

Minggu, 31 Maret 2013

Super Mom

Dapat kabar dari rumah ibunya anak-anak sakit. Dan sayah yang jauh dari rumah gini gak bisa ngapa-ngapain selain menganjurkan minum obat dan banyakin istirahat biar cepet sembuh. Minum obatnya mungkin gampang tapi istirahatnya itu yang gak memungkinkan dan sebab kurang istirahat itu pula lah sekarang jatuh sakit. Mengurus empat orang anak sendirian sungguh membutuhkan energi yang besar. Apalagi ngurus si kembar yang lagi nggemesin-nggemesinnya apalagi kalo bukan  fase ingin tahuannya yang lagi besar-besarnya. Tugas yang dulu sayah kerjakan juga sekarang dikerjakan ibunya anak-anak semua termasuk antar jemput anak-anak sekolah. Di suruh nyari assisten juga gak mau, ya sudah lah.



Bayangin saja dari pagi sebelum anak-anak bangun sudah beraktifitas. Padahal malamnya pasti kurang tidur sebab punya anak balita yang masih 2 tahun umurnya dan kembar, itu sering sekali bangun tengah malam untuk bikin susu. Kalo dua kali bangun berarti empat kali Ibué terbangun dari tidurnya. Paginya sudah harus bangun nyiapin sarapan dan keperluan anak-anak sekolah. Untungnya si kembar bisa ditinggal saat nganter anak sekolah, cukup diputerin film kesukaan dan ada camilan di sampingnya udah pada diem gak kemana-mana. Selesai nganter biasanya masak, mandiin si kembar dilanjut nyuci pakaian yang pasti selalu numpuk tiap hari. Biasanya selesai njemurin itu sudah waktunya jemput anak dari sekolah. Dan bisa istirahat siang dengan syarat si kembar dua-duanya tidur kalo tidak ya lewat lah jatah istirahat siang. Malemnya sebelum tidur -setelah anak-anak terlelap tentunya, biasanya nyetrika dulu. Satu rangkaian pekerjaan yang melelahkan dan tidak ada habisnya, setiap hari dan sayah  sebagai laki-laki pun rasanya tak sanggup melakukannya. Mungkin itulah sebabnya surga berada di telapak kaki ibu. Pengabdian hidup yang besar tanpa pamrih, kesabaran, keikhlasan, pemurah, penuh kasih dan sayang. Semua sifat itulah yang menciptakan surga.

Cepet sembuh bu...dari jauh cuma bisa bilang Ai lop yu pul deh.

Rabu, 27 Maret 2013

Nge-game

Paling betah kalo udah di depan komputer apalagi kalo udah nge-game, bisa lupa waktu pokoknya tapi tetep nggak bisa lupa makan. Sejak kenal ding dong dulu di akhir tahun 80-an sampai muncul yang namanya komputer meski masih under-DOS tetep yang dicari game-nya. Masih inget dulu di pertengahan tahun 93 di salah satu kost di belakang IKIP Karangmalang (sekarang UNY), ada salah satu penghuni kost yang udah punya komputer meski Under-DOS tapi termasuk barang mewah yang langka waktu itu. Dari pagi sampe malem kamarnya selalu penuh orang hanya untuk ngantri nge-game -kalo gak salah Digger namanya, dan baru bubar kalo udah diinterupsi yang punya kamar untuk ngetik ato tidur.

Ncit belajar nge-game dgn Mas Fadli

Yang unik lagi pas di Solo, seorang kawan kost perempuan -kebetulan sayah waktu di Solo kost di Kostan Putri- selalu ngajak sayah ke rental komputer untuk ngerjain tugas-tugas kuliah Sipilnya. Dan sayah di rentalin satu komputer hanya untuk nge-game saja sekedar menemaninya saja. Masih di tahun 93an dan masih Under-Dos juga dan game-nya yang paling suka balap F-1 dengan grafik yang begitulah adanya tapi udah warna. Tahun 94 udah muncul windus 3.1.1 udah kenal solitair dan game Hospital dan makin keranjingan game setelah tahun 95 setelah muncul windus 95 dengan slogan WYSWYGnya ituh, grafis yang udah mulai menawan dan banyak pilihan game pula. Tapi dari semua yang paling suka game strategi macem CM, Warcraft, Populous, Sim City pokoknya yang butuh mikir deh....bisa betah begadang pokoknya.

Dan rupanya hobi nge-game ini sayah ini nurun juga ke anak, dulu si sulung Fadli udah mulai nge-game umur 3 tahun meski pegang mousenya masih susah, yang kedua Hani pun umur 3 tahun sudah pinter megang mouse dan nge-game dan sekarang si Kembar yang baru dua tahun udah mulai ikutan nge-game Subway Surf. Ibunya anak-anak laporan sekarang HPnya ibu sama HPnya kakak di sita sama si kemar buat maenan game. Ealah....anak sekarang emang beda, belajar ngomong aja belum jelas tapi udah belajar nge-game. Lengkap sudah setelah Netbook satu2nya untuk skype-an dengan ibu'e juga udah di sita si Kembar buat nonton film anak sekarang HP juga ikut di sita...

Sabtu, 08 Desember 2012

Hani ke Tujuh


Saat sebelum berangkat ke Korea dua tahun lalu masih teringat betul ketika antar jemput Hani yang waktu itu baru masuk TK. Saat itu Hani baru satu bulan masuk TK dan paling seneng kalo sayah ayahnya yang mengantar jemput sekolah, alasannya sederhana saja berangkat dan pulangnya tidak melalui jalan yang sama. Sayah memang suka memberi bonus sepulang sekolah meski hanya sekedar jalan memutar sepulang sekolah, satu keasyikan tersendiri tentunya berjalan memutar sambil menanyakan keadaan sekolahnya hari itu.
Dan tanpa terasa sekarang dia sudah kelas 2 SD meski usianya baru 7 tahun. Dan kenaikan kelas tahun depan dia baru 7 tahun setengah ketika nanti naik ke kelas 3. Hani memang belum cukup umur ketika kami waktu itu menitipkan ke tetangga kami seorang guru SD untuk diterima di sekolahnya. Baru 5,5 tahun waktu itu Hani bersikeras ingin masuk SD. Meski demikian Hani bisa mengikuti pelajaran di sekolah terbukti dengan masuk sepuluh besar terus di kelasnya.

Dan hari ini tepat 7 tahun usiamu Han...ayah cuma bisa mengucapkan selamat ulang tahun dari jauh...sekolah yang pinter ya dan jangan lipa bantuin ibu jagain dedek kembar ya...

Minggu, 28 Oktober 2012

Kangen

Beberapa minggu terakhir di pabrik panci lagi banyak lemburan. Pulang kerja sampai jam 9 malem rasanya badan seperi remuk saja. Maunya sampai kamar ng-update blog tapi apa daya penginya malah leyeh-leyeh, ide tulisan di kepala susah dituangin ke blog bahkan untuk nulis komen di beberapa blog yang dikunjungi pun males. Untung blog sayah punya tag line "menulis jika sempat" jadi rasanya gak berdosa kalau jarang-jarang posting..he..he...

Tapi sebenernya ada alesan lain kalo jarang posting salah satunya kangen pengin ketemu anak-anak di rumah.  Yah....satu godaan terbesar ketika jauh dari keluarga memang kangen, terutama rasa kangen untuk pulang. Biasanya walaupun rasa itu kerap menerpa, sebesar apapun itu sering kali sayah masih bisa menepisnya. Tapi akhir-akhir ini sayah sering gagal menepis rasa kangen itu. Dan satu-satunya yang bisa menggoyahan iman sayah adalah Hani. Anak wedok satu-satunya ini, sejak bisa baca tulis dan mulai pinter nulis sms di hp, menjadi bertubi-tubi membanjiri inbox dengan ungkapan rasa kangennya.



Okeylah Han..ayah juga kangen, do'ain bisa cepet pulang ya...