Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Desember 2013

Tahu Separatis..

Dsc02062

Jenis tahu ini banyak menjadi menu utama gorengan di Warung Indonesia (sebutan untuk Restoran Indonesia)  di Korea di samping tempe goreng tentu saja.  Soal harga termasuk mahal walaupun bahannya banyak ditemui di sini, tidak seperti tempe yang dijual ditempat tertentu saja. Per 3 bijinya biasanya  dihargai 2.000 Won, sekira 20rebu Ripis.
Lebih umum dikenal dengan Tahu isi walopun kadang isinya tahu juga. Tapi di kampung sayah jenis tahu ini  biasa disebut tahu berontak, oleh sebab itu tentu saja boleh di sebut sebagai tahu separatis.  Jadi termasuk makanan yang  berbahaya sebab berada di kelas Subversif....halah.

Jumat, 20 Desember 2013

Jual Es Sirop



Musim dingin dengan kerjaan yang ngga ada habisnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya musim dingin berarti saatnya tidur panjang, hibernasi sebab biasanya sepi kerjaan. Dengan suhu dibawah nol bekerja 12 jam sehari itu memang harus di syukuri (sukooor....sukooooor). Dan memang benar-benar harus disyukuri sebab nilai dollar yang sedang bagus-bagusnya. 

Dingin, lembur, dan dollar lah yeng memacetkan ide menulisku...

Rabu, 17 April 2013

Kimchi (김치)

Ada dua jenis makanan yang tidak sayah sukai yaitu makanan yang dingin dan kedua makanan yang rasanya asam/kecut. Dan sialnya, dua-duanya ada pada  yang namanya Kimchi. Makanan pokok orang Korea di samping nasi tentunya. Apapun menu makannya, pasti Kimchi ada sebagai pengiringnya. Entah mengapa orang Korea begitu menyukai makanan ini. Padahal bahan utama makanan ini cuma Sawi putih. Cuma memang bumbu-bumbu untuk membuatnya yang sak hohah membuat makanan ini begitu enak wal nikmat, dan sayah suka versi Kimchi yang masih baru sehingga belum ada rasa asam yang mendominasi.

Katanya Kimchi ini terdiri dari seratusan lebih jenisnya (emang gue pikirin) dan selain sawi putih ada lobak sebagai bahan utamanya. Sedangkan bumbunya terdiri dari sawi putih (배추, baechu) dan lobak (무,mu) dicampur bawang putih (마늘, maneul), cabai merah (빨간고추, palgangochu) biasanya sudah berbentuk bubuk, daun bawang (파, pa), cumi-cumi (오징어 ojingeo), tiram (굴, gul) atau makanan laut lain seperti udang , jahe (생강, saenggang), garam (소금, sogeum), dan gula (설탕, seoltang). Oh ya, cabai merah ini baru ditambahkan pada Kimchi sekitar abad ke 16 sebab pedagang cabe yang asli Portugis baru mampir Korea sekitar abad itu.
Sawi utuh yang telah di campur bumbu itu kemudian di simpan di balik timbunan salju selama musim dingin, kalo sekarang sih udah ada kulkas khusus kimchi di Korea. Dan semakin lama di simpan konon semakin kecut enak itu kimchi. Dan konon hasil fermentasi yang disebabkan adanya bakteri lackto bacillus ini lah yang menghasilkan asam laktat yang kandunganya lebih baik dari yogurt. Ternyata sawi busuk menyehatkan juga yah?

Manakah yang namanya Kimchi?

Awalnya dulu cikal bakal kimchi hanya sawi putih yang dikasih garam kemudian disimpan di gentong-gentong tanah liat yang di tanam di tanah selama musim dingin. Negara dengan empat musim memang keras bung! kalo tidak bisa menyimpan makanan untuk musim dingin ya habis lah. Panen hanya satu kali setahun dan itu harus cukup untuk dimakan selama satu tahun. Dulu waktu sayah baru datang ke Korea tahun 2010, di sambut dengan  beberapa kali topan badai di awal musim gugur. Dan itu ternyata saat itu  panen sawi gagal total, sehingga hampir-hampir mengganggu stabilitas nasional. Sampai di sidangkan secara khusus di DPR-nya Korea untuk membahas kelangkaan sawi. 
Pelajaran moralnya adalah sabotase sawi secara besar-besaran untuk melumpuhkan Korea, tanpa sawi mungkin K-Pop takan mendunia.

Sabtu, 13 April 2013

Oksusu (옥수수)


Jagung ini terbeli saat berkunjung ke Seoul Grand Park kemaren. Suhu yang masih dingin di bulan April sebab angin kencang nan dingin dari utara saya pikir sempurna bila dipadu sambil makan jagung rebus sambil melihat lalu lalang orang. Dalam bahasa Korea jagung di Sebut dengan Oksusu (옥수수), hati-hati dengan penulisan dan pengucapan yang terpisah sebab bisa menjadi multitafsir bagi jama'ah blogger yang budiman.

Kalo melihat penampilan fisik sepertinya sama dengan jagung kebanyakan di Endonesyah sanah. Bedanya mungkin hanya soal rasa, kalo alam bahasa Jawa disebut "buket" kalo dalam bahasa English Ngapak "buket mbleketaket", satu kata yang sayah belum tahu padanannya dalam bahasa Indonesia. Yang jelas rasanya seperti ketan, jadi makan satu saja sudah membikin tenang demo anarkis cacing di perut yang sempat mau bakar ban segala katanya sebab sedari pagi sayah belum sempat sarapan.

Total kerusakan (dompet) untuk menebus satu biji jagung di sini cukup murah hanya 2.000 won saja atau sekitar 17ribu Ripis, heh? Kok jadi mahal yah? 
Satu lagi jangan lupa tidak seperti  semangka, ternyata jagung yang dijual dimanapun tidak ada versi yang non biji.

Selasa, 26 Maret 2013

Altang (알탕)


Lagi seneng ngomongin makanan gapapa lah buat nambah lapar...he..he.... Menu makanan yang satu ini bisa direkomendasikan untuk yang nyari makanan halal di Korea, Altang (알탕) namanya tapi kadang di menu juga tertulis Haemul Altang (햬물알탕) isinya sama saja, kalo diartikan kira-kira artinya Sup Telor Ikan. Bahanya dari penampakan ada Lobak, kecambah, daun bawang/muncang, bawang bombay dan tentu saja telor ikan. Untuk lebih lengkapnya berikut cara masaknya bisa googling aja di yahoo atao yahooing aja di google....halah. Soal porsi jangan nanya deh mangkoknya kaya baskom tapi soal rasa "soenggoeh-soenggoeh patoet dipoedjieken itoe poen". Bersahabat sekali dengan lidah orang Endonesyah.

Total kerusakan : 4.500 won, di foodcourt Mall 6.000 won

Kamis, 06 September 2012

Nasi Campur

Jauh dari kampung halaman salah satu yang paling menggoda iman tentu saja soal makanan. Meski di Korea sini hampir semua bahan makanan Indonesyah di jual di Asia mart tapi tetep ajah ngiler kalo liat menu makanan baru di Warung Indonesia. Sebutan WI memang sudah jamak untuk restoran/rumah makan yang khusus menjual masakan khas Indonesyah. Jadi sebenernya lumayan beruntung jauh dari rumah tapi masih mudah menemukan bahan makanan atau masakan khas Indonesyah. Meskipun mendoan khas banyumas tidak ditemukan tapi setidaknya tempe masih ada dan itu masih bisa disukurin...........sukooooooooooor!.

Jalan ke Pyeongtaek akhir pekan kemarin menyempatkan mampir ke Warung Indonesia. Ditawarin sama yang punya warung untuk nyoba menu baru. Namanya Nasi Campur, yang kata si empunya warung isinya berupa Nasi (ya iyalaaah), sambel goreng kentang+ati, sayur kacang panjang, kering tempe, telor ceplok dan ayam bumbu opor. Dan sayah pesen 1 porsi, kayaknya menarik nih...

Penampakan Nasi Campur
Dan sayah kecewa sodara-sodara, ternyata sungguh ngirit itu lauk-pauknya, sayur kacang yang paling sepuluh jari saja itu, sambel goreng kentang yang ternyata banyak dipalsukan dengan potongan tahu yang dipotong persis ukuran kentangya, dan ayamnya yang cuma seiwiwi alias sayap saja. Dan itu harus di tebus dengan total kerusakan dompet 8.000 won atau setara dengan 64ribu ripis. Padahal untuk bandingan saja satu porsi Samgyetang dengan 1 ayam utuh saja di tebus cuma 10.000 won. Ya...sudahlah meski begitu tetep saja ludes tak tersisa.