Selasa, 09 April 2013

Pengemis



Di Subway meski jarang sekali di temui tetapi ada juga pengemis ternyata. Kemaren sayah menemukan ketika menuju Seoul, seorang kakek tua dengan bertongkat dan kacamata hitamnya, mirip seperti aksesoris khas pengemis di Endonesyah bedanya di sini pakaiannya lebih rapi. Tongkat dan kacamatanya sebagai penanda kalau beliaunya buta atau pura-pura buta seperti pengemis yang banyak ditemui di kereta di Endonesyah sana. Untuk itu sayah gak mau menuduh lebih lanjut, cuma sekilas sayah liat ketika pindah gerbong kakek tua ini begitu tepat sekali memencet tombol pintu otomatis antar gerbong tanpa meraba terlebih dulu  mungkin saking sudah hapalnya, mungkin.

Beda dengan di Endonesyah sana pengemis kereta ini tidak mendatangi satu persatu penumpang untuk menyodorkan wadah uangnya dan tetap menunggu sampai ada kode untuk berpindah apa bila tida memberi  tetapi orang ini terus saja berjalan lurus di tengah-tengah gerbong tanpa mempedulikan ada yang memberi atau tidak. Kepasrahan tingkat tinggi! meminta tapi seperti tidak berharap dan tidak memaksa pula, tak heran bila jarang sekali yang memberi kalopun ada biasanya orang asing saja, itu pun tidak seberapa.

Model pengemis cuek ala Korea ini memang jadi tidak merepotkan kami para calon customernya. Tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan allibi tidak memberi, atau 1001 alesan lainnya semisal dalam bahasa Spanyol :
 "Sanese pak!"
Ataupun sampe repot-repot mengeluarkan energi yang tidak perlu dengan menghardiknya.
Baiklah, inti dari postingan ini adalah janganlah takut bepergian tanpa uang receh , itu saja. -in Korea of course-


36 komentar:

  1. klw disana sih emang ndak perlu repot. cb di indo, klw ndak receh ngomel2 pengemisnya. masa dikasih 100 rebu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. suka nyari2 recehan dulu kalo mau bepergian..

      Hapus
  2. Memang ϑĭ negara maju pengemisnya juga dah maju, tapi ăĎª ♧☀ pula yang ngemisnya kaya ϑĭ tempat kita. Btw Mas skrg ϑĭ Korea ya..?

    BalasHapus
  3. Kalo sayah mau beperian selalu bawa receh, pengemis sama pengamen pada reseh maksa-maksa bikin ribet cusomernya...

    BalasHapus
  4. pengemis cuek, asik tuh, bisa diajak rok n roll kalau gituh mah.
    #plok tepok jidat!!

    BalasHapus
  5. kayak bukan pengemis, rapi bener..

    BalasHapus
  6. recehan sini buat ngasih pengemis disana laku nggak ya?

    BalasHapus
  7. Pengemis tingkat tinggi yang gituan sih. Di Indonesia mana ada pengemis rapi, pasti sengaja bajunya dibutut-butut biar dikasihani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. endonesyah kan harus mirip sinetron bund...penuh sandiwara

      Hapus
  8. ternyata di negara luar ad juga pengemis ya...

    bantu saya dengan berkomentar di sini Riev-Bapo
    Terima kasih

    BalasHapus
  9. kaya ika ora lah
    peteng dedet karo merem merem ya ora bakal salah pejet mbok..?

    BalasHapus
  10. lah....nang korea ya ana pengemis lik,jiant :D

    BalasHapus
  11. Iku jalur peta MRT ne yo mas nang dhuwure lawang?
    Mbulet tenann *salah fokus

    BalasHapus
  12. ealah....orang ngemisnya ndak ganti. huh

    BalasHapus
  13. Business Phone Service with virtual & hosted PBX, including dedicated, secure services optimized for high quality voice transmission. In the competitive world of business, virtual phone and fax services were developed to offer flexible means of faxing documents from one place to another.

    BalasHapus

Silahkeun urun komentar

Bebas aja.....asalken satu, jangan pipis di sini.