Jumat, 15 Maret 2013

Dekrit Rok Mini

Satu kawan Thailand saat sayah tanya dari mana atau kemana diakhir pekan jawaban yang sering muncul adalah cari vitamin ..........vitamin A B Z katanya meneruskan. Baiklah, maksud kawan sayah itu dengan cari vitamin itu adalah cari pemandangan alam menakjubkan di luar sana yang gak jauh dari sekitar rok mini. Biasanya itu muncul saat suhu mulai hangat -saat spring break seperti ini sampai nanti summer bahkan sampai pertengahan musim gugur. Sayah nggak tahu juga korelasi antara rok dan temperatur yang berbanding lurus ini, jadi semakin naik itu temperatur maka akan semakin naik pula itu rok. Mungkin suatu saat nanti skala Celcius pada temperatus akan berganti menjadi Sexyus.. .halah.

Maka dari itu di awal-awal tinggal di Korea ini pemandangan menakjubkan di musim panas itu sungguh membuat risih sayah, maksudnya risih bila tidak memandang .....halah maning. Makanya nggak heran saat di subway akan muncul pelangi yang gak sengaja terlihat........merah kuning hijau celana dalammu...edyan. Bagaimana tidak dengan rok yang super mini dikombinasikan dengan tempat duduk yang rendah, sempurna sudah. Jurus mengalihkan pandangan seperti saran beberapa kawan mungkin akan sedikit membantu, tapi prakteknya susah sekali sebab kemanapun kita memandang di sana pula rok mini terbentang. Jadi di musim panas itu endemic rok mini ini lagi gawat-gawatnya. Masalah sebenarnya ada otak kita  yang selalu selangkah lebih maju dalam mengolah informasi yang disampaikan penglihatan.Penglihatan itu jujur, apa adanya, yang dia lihat kulitnya tapi kenapa otak mengolahnya sampai ke isinya?



Meski tingkat pelecehan sexual terhadap pengguna rok mini hampir tak terdengar di sini tapi acungan jempol untuk Bu Presiden Korea yang baru ini, Park Gen Hye (박근햬),  ibu presiden yang sampai sekarang masih lajang 11 Maret kemaren mengeluarkan Dekrit tentang pelarangan penggunaa rok mini di tempat umum, bila melanggar bisa kena denda 50ribu won. Satu kebijakan yang luar biasa menurut sayah di negeri yang sebagian besar penduduknya tak beragama ini masih sempat mnegurusi soal moral. Moral? nggak tahu juga apakah soal selera fashion ini termasuk dalam soal moral maupun bukan, sebab yang berpakaian tertutup pun terkadang moralnya masih bernilai merah.

Oh iya, Dekrit itu berlaku efektif mulai 22 maret 2013. Mari kita lihat bagaimana pelaksanaanya nanti apakah musim panas nanti akan berkurang drastis vitamin-vitaminya ataukan masih sama saja sebab sayah nggak tahu juga apakah Dekrit tersebut meliputi juga untuk celana super pendek. Kalau tidak mungkin hasilnya akan sama saja, yang membedakan mungkin tak akan ada lagi pelangi di subway

40 komentar:

  1. hahaha. musim panas sudah datang, yes?

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh, terjebul uis dibahas tentang musim panase. komen gambare sik nembe maca tulisane, sih.

      Hapus
    2. sing jelas bebas dari hawa dingin........menyiksah.

      Hapus
  2. saya paling suka liat pelangi.
    bu presidennya lajang? boleh juga tuh dipedekate in...halaaah

    BalasHapus
  3. Nanti kalo presidennya cowok, kebijakan bu pres kira2 bakalan dihapus ga yah xixi..
    Hangat apanya, palingan juga hari gini masih dingin di Korea, brrrrrrrrrrr....

    BalasHapus
  4. Kirain vitamin apaan, ternyata.....huh dasar laki2.

    BalasHapus
  5. kalau di Indonesia..dekrit pastilah akan diprotes habis-habisan...padahal Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslin terbesar di dunia...heran saya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia .....that's point!

      Hapus
    2. saya mau ngasih komen kayak komen mas hari sebenernya hehehe

      Hapus
    3. kan gampang malahan tinggal nulis idem..hi..hi..

      Hapus
  6. dadi nang kana langka agama ya Kang?
    terus uripe mung mangan - turu - nggolet duwit tok?

    BalasHapus
  7. kalo di Indonesia dikeluarkan dekrit kayak gini, yg pertama kali protes sepertinya orang2 JIL :)

    salut dan jempol sebanyak2nya buat presiden korea..

    BalasHapus
    Balasan
    1. liat aja aplikasinya besok .....apakah ngefek juga dengan industri K-popnya yang juga sexeh itu

      Hapus
  8. wow.. ga nyangka korea bisa mengambil langkah seperti itu. salut. Harus dicontoh nih di indonesia.

    btw, geli aku bacanya, mata hanya menangkap sampai kulit tapi otak mengolahnya hingga ke isi isinya hahahahah

    BalasHapus
  9. btw, apa belom ada protes keras dari para perempuan disana ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum tuh padahal industri musik K-pop mungkin kena juga imbasnya....

      Hapus
  10. huehehehe.. panas panas kang iia :p ckckckck...

    BalasHapus
  11. Ini dari link yang saya kirimin dulu ya mas? :p
    Nek nang Indonesia wes didemo, katanya "kebebasan berekspresi"
    tembelek tahh...

    BalasHapus
  12. saya menunggu artikel sejenis kang...asli saya tunggu loh

    BalasHapus

Silahkeun urun komentar

Bebas aja.....asalken satu, jangan pipis di sini.